Membeli kondominium pertama itu ibarat langkah besar menuju gaya hidup modern — praktis, eksklusif, dan strategis. Tapi, jangan buru-buru jatuh cinta cuma karena view city light dari balkon. Banyak hal penting yang perlu kamu cek biar nggak nyesel setelah tanda tangan perjanjian pembelian.
Nah, di artikel ini kita bahas 5 hal paling krusial sebelum kamu beli kondominium pertamamu, lengkap dengan tips ringan biar keputusan kamu tetap cerdas, bukan cuma karena promo atau tampilan show unit yang menggiurkan.
Lokasi masih jadi “raja” dalam dunia properti, termasuk kondominium. Pastikan kondominium yang kamu incar:
Kamu juga bisa pakai trik kecil: buka Google Maps, cek jarak ke tempat kerja dan waktu tempuh di jam sibuk. Kalau lebih dari 45 menit, mungkin kamu perlu pertimbangkan lagi. Ingat, kenyamanan harian sering kali lebih penting dari sekadar pemandangan city view yang menawan.
Sebelum bayar booking fee, wajib banget kamu pastikan legalitas proyek dan reputasi pengembangnya.
Beberapa dokumen yang perlu dicek antara lain:
Selain itu, riset developer-nya: apakah mereka pernah terlambat serah terima unit? Bagaimana kualitas proyek sebelumnya?
Cara mudahnya, kamu bisa cek review di forum properti atau media sosial. Developer yang kredibel biasanya punya jejak digital yang jelas dan transparan.
Kalau kamu sudah dijadwalkan untuk visit show unit, manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.
Perhatikan hal-hal berikut:
Selain itu, cek juga fasilitas bersama: kolam renang, gym, area hijau, keamanan 24 jam, dan parkir.
Kadang, harga tinggi tidak selalu berarti fasilitas sebanding — jadi jangan malas membandingkan antar proyek di area yang sama.
Pro tip: bawa meteran dan kamera HP. Ukur sendiri luas ruangan dan foto setiap sudut untuk dibandingkan nanti di rumah.
Banyak orang terjebak di sini — harga yang terlihat di brosur belum tentu harga final.
Sebelum tanda tangan perjanjian, pastikan kamu paham semua biaya tambahan seperti:
Selain itu, pilih skema pembayaran yang sesuai kemampuan:
Hitung cicilan bulanan jangan hanya dari harga pokok, tapi juga biaya hidup dan service charge. Jangan sampai gaji habis hanya untuk bayar apartemen, tapi kamu nggak bisa menikmati fasilitasnya.
Kalau kamu beli kondominium bukan cuma untuk ditinggali tapi juga sebagai investasi, maka ini kuncinya.
Cek potensi kenaikan nilai properti dan tingkat permintaan sewa di area tersebut.
Beberapa indikatornya:
Kamu juga bisa analisis singkat: berapa harga sewa per bulan dibanding harga beli unit. Kalau bisa menghasilkan return 6–8% per tahun, berarti properti tersebut punya potensi investasi yang bagus.
Membeli kondominium pertama bukan sekadar ikut tren gaya hidup urban, tapi langkah besar dalam perjalanan finansial kamu.
Dengan memahami 5 hal di atas — lokasi, legalitas, kualitas, biaya, dan potensi investasi — kamu bisa terhindar dari keputusan impulsif yang sering berujung penyesalan.
Jadi, sebelum kamu jatuh cinta sama interior modern atau promo “furnish lengkap”, pastikan kamu sudah riset semua aspek pentingnya. Karena dalam dunia properti, pembeli yang paling untung bukan yang paling cepat, tapi yang paling cermat.