Dalam dunia properti, ada satu prinsip yang tak pernah lekang oleh waktu: “Location, location, location.”
Faktor lokasi menjadi penentu utama nilai sebuah properti — baik dari segi harga jual, tingkat hunian, maupun potensi keuntungan jangka panjang.
Untuk investasi kondominium, lokasi strategis bukan hanya soal jarak ke pusat kota, tapi juga mencakup aksesibilitas, potensi pertumbuhan, dan gaya hidup di sekitarnya.
Sebuah unit dengan lokasi tepat bisa mendatangkan capital gain tinggi serta rental yield stabil.
Berikut panduan lengkap menentukan lokasi strategis untuk investasi kondominium, terutama bagi kamu yang ingin memulai dengan langkah cerdas.
Kondominium yang berada dekat pusat bisnis (CBD), universitas ternama, rumah sakit besar, atau pusat hiburan akan selalu memiliki permintaan tinggi.
Alasannya sederhana:
Contoh: Kondominium yang berlokasi 5–10 menit dari area Sudirman, Setiabudi, atau Medan Baru biasanya memiliki tingkat sewa tinggi dan jarang kosong.
Lokasi yang sibuk berarti arus penyewa stabil — yang berarti arus kas investasi juga lancar.
Transportasi adalah urat nadi kota. Lokasi yang memiliki akses mudah ke transportasi umum akan selalu diminati.
Beberapa indikator lokasi dengan mobilitas tinggi:
Bagi penyewa muda atau profesional, kemudahan mobilitas menjadi faktor penentu kenyamanan.
Selain itu, pembangunan infrastruktur transportasi di sekitar lokasi biasanya akan menaikkan harga properti 10–30%dalam beberapa tahun ke depan.
Sebelum membeli kondominium, pelajari rencana tata ruang dan pengembangan kota di wilayah tersebut.
Beberapa tanda area memiliki potensi besar:
Investasi di area “sunrise area”—wilayah yang sedang bertumbuh—sering memberikan capital gain tinggi dalam jangka menengah (3–5 tahun).
Contoh: kawasan Medan Johor atau BSD pada awal pengembangannya dulu. Harga properti melonjak drastis begitu infrastruktur matang.
Hunian bukan sekadar bangunan, tapi juga lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari.
Pastikan lokasi kondominium memiliki fasilitas penting seperti:
Kawasan dengan fasilitas lengkap tidak hanya nyaman ditinggali, tapi juga memiliki daya tarik tinggi bagi calon penyewa.
Keamanan adalah faktor yang sering diabaikan, padahal sangat penting untuk nilai investasi.
Cari tahu apakah area sekitar kondominium:
Lokasi yang aman dan tertata rapi memberikan persepsi positif bagi pembeli maupun penyewa, sehingga harga jual dan sewa lebih kompetitif.
Wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi selalu menarik bagi investor.
Perhatikan:
Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi cepat akan menciptakan permintaan tinggi terhadap hunian modern seperti kondominium.
Sebelum membeli, lakukan riset kecil:
Data ini bisa kamu temukan melalui situs properti nasional, media ekonomi, atau laporan riset real estate.
Jika tren harga dan permintaan stabil naik, artinya area tersebut memiliki potensi investasi yang kuat.
Area yang banyak diminati perbankan dan pengembang biasanya lebih mudah mendapatkan fasilitas pembiayaan (KPA/KPR).
Hal ini menandakan lokasi tersebut dianggap aman secara ekonomi dan legal.
Selain itu, proyek yang didukung bank rekanan biasanya memiliki transparansi dan legalitas lebih kuat — poin penting bagi investor pemula.
Setiap area punya karakter penyewa yang berbeda.
Sebelum membeli, tentukan dulu target pasar yang ingin kamu sasar:
Dengan memahami profil penyewa, kamu bisa menentukan tipe unit dan strategi harga sewa yang paling menguntungkan.
Kota besar biasanya berkembang mengikuti pola tertentu: dari pusat ke pinggiran, searah dengan pembangunan infrastruktur utama.
Perhatikan arah pertumbuhan ini agar bisa berinvestasi lebih awal di area yang akan “naik daun.”
Contoh: Jika pemerintah sedang membangun jalur transportasi baru ke arah timur kota, maka daerah tersebut kemungkinan akan menjadi hotspot properti dalam waktu dekat.
Menentukan lokasi strategis bukan sekadar memilih area ramai, tetapi menganalisis potensi jangka panjang dari berbagai aspek: akses, keamanan, infrastruktur, dan ekonomi.
Kondominium dengan lokasi matang akan memberikan dua keuntungan besar:
Jadi, sebelum memutuskan membeli, luangkan waktu untuk riset dan observasi lapangan. Karena dalam dunia properti, lokasi bukan sekadar alamat — tapi fondasi nilai investasi.
“Invest in the right location, and the value will follow.”